Kabayan Lip Lap

Tentu masyarakat Indonesia tak asing dengan Kabayan. Ikon tanah sunda ini terkenal dengan sosok dewasa yang pemalas dan lugu namun selalu jujur. Lain lagi dengan Kabayan yang digambarkan dalam animasi tiga dimensi Kabayan dan Lip Lap. Animasi buatan asli anak negeri ini mencitrakan Kabayan sebagai seorang anak berumur 10 tahun, bertubuh gemuk, rajin, jujur, dan bijaksana. Dia pun tetap nakal sewajarnya anak-anak seumurnya.

Kabayan memiliki teman imajinasi seekor kunang-kunang bernama Lip Lap. Dia selalu mengikuti dan menemani Kabayan ke mana pun. Lip Lap sering menyemangati Kabayan bila sedang putus asa dan mengingatkan bocah tersebut bila berbuat salah. Selain Lip Lap, ada tiga teman Kabayan lainnya yang digambarkan berasal beragam daerah dan suku bangsa. Sami dari papua, Naya dari Kalimantan, dan Ling Ling yang keturunan Tionghoa.

Kabayan dan para sahabatnya sangat mencintai Indonesia. Mereka kerap bertualang ke sejumlah daerah untuk melihat kebudayaannya. Tak hanya itu, mereka juga mengunjungi tempat-tempat menarik yang dapat mengingatkan anak-anak Indonesia untuk bangga menggunakan produksi dalam negeri.

Kabayan dan Lip Lap adalah buah karya Castle Production, perusahaan animasi lokal yang sebelumnya lebih sering menangani proyek animasi untuk negara lain. Menurut Produser Eksekutif Kabayan dan Lip Lap, Maria Tjin, serial anak-anak ini dibuat atas dasar idealisme dan rasa cinta pada Indonesia. “Kami iba melihat anak-anak Indonesia terus disuguhi tontonan animasi yang berasal dari luar negeri, akibatnya mereka lebih tahu Doraemon dibandingkan si Kancil,” ujar Maria ketika ditemui di kantornya di Jakarta.

Maria berpendapat, anak-anak Indonesia seharusnya diberikan suguhan hiburan yang dapat mendidik mereka untuk mencintai dan bangga akan negaranya. Mereka pun hendaknya dibimbing untuk memiliki budi pekerti yang baik dan berjiwa sosial tinggi. Sayangnya niat mulia tersebut kerap terganjal di pasar animasi Indonesia.

Para konsumen animasi sering meragukan karya animator negeri sendiri. Mereka pun acap mengeluh bila disodori harga jual Kabayan dan Lip Lap. ”Bagi mereka lebih baik beli serial animasi Tom and Jerry yang harga belinya sudah jatuh,” ujar Maria. Mereka bahkan sama sekali tak tergerak untuk bekerjasama memasarkan produk yang penuh nilai pendidikan dan sosial tersebut.

sumber : teknopreneur.com
penulis : fitria

Tentang dallirangga

seorang yang pendiam
Galeri | Pos ini dipublikasikan di animasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s